damarishastiti

Just another WordPress.com site

Inovasi Sistem Kelas Bilingual di SMP Negeri 68 RSBI Jakarta

on April 21, 2012

A. Latar Belakang

Sistem bilingual merupakan sistem pembelajaran dwi bahasa, dimana dalam sistem pembelajaran ini bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa negara asal (dalam konteks ini adalah bahasa Indonesia) dan bahasa asing (bahasa Inggris). Sistem bilingual sendiri lahir seiring dengan kebutuhan akan pendidikan yang bermutu di era globalisasi, diharapkan sekolah-sekolah yang ada di Indonesia mampu mencetak lulusan yang siap menghadapi era globalisasi dimana bahasa Inggris akan menjadi bahasa yang penting untuk dikuasai sebagai bahasa global.

Menyadari pentingnya peningkatan kualitas pendidikan di era globalisasi, pemerintah melakukan terobosan dengan merancang program di bidang pendidikan yaitu Sekolah Bertaraf Internasional. Sebelum mendapat status sebagai Sekolah Bertaraf Internasional, suatu sekolah harus memenuhi standar-standar khusus lalu mencapai status Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). SMP Negeri 68 Jakarta merupakan salah satu contoh sekolah yang sudah mendapat status sebagai RSBI dengan menerapkan suatu inovasi di bidang pendidikan yaitu berupa penerapan sistem kelas bilingual.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana  penerapan sstem kelas bilingual di SMP Negeri 68 Jakarta?

2. Apakah penerapan sistem kelas bilingual di SMP Negeri 68 Jakarta dapat memenuhi kebutuhan peserta didik akan pendidikan berkualitas yang berbasis sistem pendidikan internasional?

C. Pembahasan

Untuk mengetahui inovasi yang dimiliki SMP Negeri 68 sebagai salah satu sekolah dengan status RSBI di Jakarta, saya melakukan wawancara kepada beberapa siswa kelas XI SMP Negeri 68 yang merupakan siswa kelas regular. Adapun hasil wawancara saya adalah sebagai berikut :

Sasaran Observasi           : SMP Negeri 68 Jakarta

Profil Sekolah           :SMP Negeri 68 terletak di Jl. Cipete III No. 4 Cipete  Selatan, Jakarta Selatan. Sejak tahun 2010 SMP Negeri 68 telah mendapat status RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) dengan Sister-School yaitu Grammar School, Brisbane, Australia.

Beberapa fasilitas yang dimiliki oleh SMP Negeri 68 sebagai RSBI :

Laboratorium Bahasa Inggris

Smart Board

Inovasi di Sekolah            : Sejak berstatus sebagai sekolah RSBI, 68 memiliki sistem kelas bilingual  (dua bahasa) yaitu kelas dimana terdapat dua mata pelajaran yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam kegiatan pembelajaran serta guru yang berasal dari luar negeri (native teacher). Mata pelajaran yang menggunakan sistem bilingual adalah Matematika dan IPA (Biologi, Fisika dan Kimia).

Analisis inovasi kelas bilingual di SMP Negeri 68 :

Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa siswa yang bersekolah di SMP Negeri 68, saya menemukan beberapa fakta menarik terkait dengan inovasi penerapan kelas bilingual di SMP Negeri 68 ini. Fakta tersebut bersifat positif dan negatif sebagai dampak dari penerapan sistem kelas bilingual yang telah berlangsung sejak tahun 2010 di SMP Negeri 68.

Lahirnya sistem kelas bilingual pada beberapa sekolah terutama di DKI Jakarta ini adalah karena kebutuhan akan sistem pendidikan dengan taraf  yang lebih baik, sebagian besar orang berpikir bahwa sistem pendidikan yang baik adalah sistem pendidikan yang diterapkan di dunia barat. Jika kita perhatikan dalam kurun waktu  tahun terakhir mulai banyak berdiri sekolah-sekolah yang mengadopsi sistem pendidikan internasional. SMP Negeri 68 memulai peningkatan statusnya dimulai dengan status Sekolah Standar Nasional (SSN), kemudian berubah menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Ketika telah berstatus RSBI, SMPN 68 kemudian mulai menerapkan kelas bilingual bekerja sama dengan Grammar School, Brisbane, Australia.

Pembagian kelas di SMP Negeri 68 adalah sebagai berikut :

  • Kelas VII              : VII.1 sampai dengan VII.7 ( VII.1 merupakan kelas                                       bilingual)
  • Kelas VIII            : VIII.1 sampai dengan VIII. 7 (VIII.1 merupakan kelas bilingual)
  • Kelas IX                : IX.1 sampai dengan IX.5 (Ketika di kelas IX kelas bilingual akan menjadi kelas regular)

Penerapan sistem kelas bilingual berawal dari kebutuhan peserta didik akan pendidikan yang baik dan mampu membekali mereka dengan kompetensi yang baik untuk menghadapi era globalisasi dimana bahasa Inggris menjadi bahasa yang penting untuk dikuasai sebagai bahasa global di seluruh dunia. SMP Negeri 68 menjawab kebutuhan peserta didik akan pendidikan yang membekali mereka di era globalisasi dengan menerapkan sistem kelas bilingual pada kelas VII dan VIII, sedangkan pada kelas IX seluruh kelas akan kembali menjadi kelas regular untuk memudahkan dalam penyamarataan materi menghadapi Ujian Nasional.

Hal yang membedakan kelas bilingual dengan kelas regular adalah pada pelajaran Matematika dan IPA yang menggunakan bahasa pengantar yaitu bahasa Inggris dengan dua guru yang didatangkan langsung dari Australia bekerja sama dengan Sister-School SMP Negeri 68 yaitu Grammar School di Brisbane, Australia. Dua orang guru tersebut merupakan WNA dan merupakan native teacher dengan demikian para siswa yang ada di kelas bilingual wajib menggunakan bahasa Inggris dalam kegiatan pembelajaran mata pelajaran Matematika dan IPA.

Sebagai sebuah inovasi yang baru diterapkan di Indonesia, khususnya di SMP Negeri 68, sistem kelas bilingual ini menimbulkan dampak baik positif maupun negatif.

Dampak positif dari penerapan sistem kelas bilingual di SMP Negeri 68 adalah sebagai berikut :

  • Siswa terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam kegiatan belajar dan di luar kegiatan belajar seperti ketika berkomunikasi dengan sesama siswa di kelas bilingual
  • Siswa terbiasa mengerjakan latihan soal dengan pengantar dalam bahasa Inggris untuk mata pelajaran Matematika dan IPA
  • Siswa memiliki wawasan yang luas tentang sistem pendidikan di era globalisasi seperti sistem pendidikan yang diterapkan di dunia barat
  • Meningkatkan kualitas mental siswa dalam menghadapi era globalisasi

Dampak negatif dari penerapan sistem kelas bilingual di SMP Negeri 68 adalah sebagai berikut :

  • Timbulnya ketimpangan status sosial diantara siswa kelas bilingual dengan kelas regular, dimana secara umum siswa kelas bilingual memiliki kecenderungan hanya bergaul dengan sesama siswa bilingual
  • Terbentuknya eksklusivisme kelas bilingual karena siswa kelas bilingual memiliki latar belakang status ekonomi yang secara umum berada di atas rata-rata, selain itu mereka juga merasa eksklusif ketika berkomunikasi dengan sesama siswa bilingual menggunakan bahasa Inggris
  • Terjadi komersialisasi dalam dunia pendidikan karena siswa yang bisa menerima pelayanan dan fasilitas berstandar internasional adalah para siswa yang memiliki kemampuan ekonomi untuk membayar biaya pendidikan di kelas bilingual yang jauh lebih mahal dibanding kelas regular

Untuk mengatasi dampak negatif yang ditimbulkan dari penerapan sistem kelas bilingual menurut saya peran pihak sekolah lah yang paling dapat meminimalisir timbulnya ketimpangan status sosial dalam pergaulan diantara para siswa dalam satu sekolah. Pihak sekolah harus dapat merubah paradigma yang melekat dalam benak siswa bahwa kelas bilingual adalah kelas yang dianakemaskan karena biaya pendidikannya jauh lebih mahal dibandingkan kelas regular. Pihak sekolah harus dapat bersikap profesional dan adil dalam memperlakukan seluruh siswa tanpa membedakan apakah siswa tersebut berasal dari kelas bilingual maupun regular. Perbedaan yang boleh dirasakan oleh siswa hanyalah dalam penerapan sistem bilingual itu sendiri dalam dua mata pelajaran yaitu Matematika dan IPA, diluar hal tersebut pihak sekolah harus memperlakukan aturan yang sama untuk seluruh siswa di satu sekolah tersebut.

Demikianlah analisis awal saya setelah melakukan wawancara dengan beberapa siswa SMP Negeri 68 yang merupakan siswa kelas regular mengenai penerapan sistem kelas bilingual di sekolah mereka.

D. Kesimpulan

Penerapan kelas bilingual (kelas dengan dua bahasa pengantar) di SMP Negeri 68 merupakan contoh inovasi di bidang pendidikan yang diterapkan dalam rangka menjawab kebutuhan akan peningkatan kualitas peserta didik di era globalisasi dimana bahasa Inggris akan menjadi bahasa global yang harus dikuasai dengan baik. Penerapan sistem kelas bilingual di SMP Negeri 68 menimbulkan dampak baik positif maupun negatif dan pihak sekolah adalah pihak yang berperan penting untuk mengatasi dampak negatif yang ditimbulkan dari penerapan sistem kelas bilingual.

Daftar Pustaka

http://www.smpn68jkt.org

http://www.gurupembaharu.com

http://id.wikipedia.org/wiki/Semesta_Bilingual_Boarding_School

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: